Skip to main content

Manusia Tak Manusiawi

Oleh Jamal

Hujan itu telah mengering
sang mentari tak lagi menguning
awan tak lagi jalan beriring
bumiku sudah lelah berbaring
memandangi dedaunan kering
pohon kurus tak ada ranting
bunga-bunga diam tak bergeming
ku dengar hanya lolongan anjing
ada apakah alamku?
apa yang terjadi padamu?
siapa yang berani merusakmu?
siapa yang berani menodaimu?
ceritkanlah apa yang terjadi
sampaikanlah keluh kesahmu
aku ijinkan kau mencaci-maki
kepada manusia yang kau benci
kepada manusia yang tak manusiawi
kepada manusia yang ingkar janji
kepada manusia yang tak berdedikasi
kepada manusia yang suka korupsi
oh sungguh memalukan
mereka kencing di jalanan
tak peduli lagi kebersihan
tak peduli lagi kesehatan
baunya itu bukan keindahan
tak mencerminkan manusia beriman
mana buktimu sebagai makhluk pilihan
pemimpin bumi utusan tuhan
ayo alamku, mari berunjuk rasa
adukan saja pada sang Pencipta
manusia kini tak beretika
tak penting lagi estetika
aku muak
aku mual
ingin beranjak
bangkit beramal
manusia tak manusiawi
duhai sifatnya buatku sensi
kontrol emosiku seakan mati
karena mereka nyalakan api
manusia tak manusiawi
tak ada lagi logikamanusia tak manusiawi
Hujan itu telah mengering
sang mentari tak lagi menguning
awan tak lagi jalan beriring
bumiku sudah lelah berbaring
memandangi dedaunan kering
pohon kurus tak ada ranting
bunga-bunga diam tak bergeming
ku dengar hanya lolongan anjing
ada apakah alamku?
apa yang terjadi padamu?
siapa yang berani merusakmu?
siapa yang berani menodaimu?
ceritkanlah apa yang terjadi
sampaikanlah keluh kesahmu
aku ijinkan kau mencaci-maki
kepada manusia yang kau benci
kepada manusia yang tak manusiawi
kepada manusia yang ingkar janji
kepada manusia yang tak berdedikasi
kepada manusia yang suka korupsi
oh sungguh memalukan
mereka kencing di jalanan
tak peduli lagi kebersihan
tak peduli lagi kesehatan
baunya itu bukan keindahan
tak mencerminkan manusia beriman
mana buktimu sebagai makhluk pilihan
pemimpin bumi utusan tuhan
ayo alamku, mari berunjuk rasa
adukan saja pada sang Pencipta
manusia kini tak beretika
tak penting lagi estetika
aku muak
aku mual
ingin beranjak
bangkit beramal
manusia tak manusiawi
duhai sifatnya buatku sensi
kontrol emosiku seakan mati
karena mereka nyalakan api
manusia tak manusiawi
tak ada lagi logika
hanya mementingkan materi
membesarkan ego diri
manusia tak manusiawi
cepat-cepatlah mati
ganti dengan si bayi
si bayi yang baik hati
menjadi manusia yang berbudi
menjadi manusia bermoral tinggi
menjadi manusia luhur sejati
menjadi manusia yang di teladani
oh si bayi, gantikanlah manusia tak manusiawi
oh si bayi, kencingilah
manusia tak manusiawi

hanya mementingkan materi
membesarkan ego diri
manusia tak manusiawi
cepat-cepatlah mati
ganti dengan si bayi
si bayi yang baik hati
menjadi manusia yang berbudi
menjadi manusia bermoral tinggi
menjadi manusia luhur sejati
menjadi manusia yang di teladani
oh si bayi, gantikanlah manusia tak manusiawi
oh si bayi, kencingilah
manusia tak manusiawi


Jakarta, 2015

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Ramadan Jalan Pulang

Ramadan, Kembali Pulang 11 bulan aku berjalan menjauh Debu dan kotoran memenuhi tubuh Ya Allah, Dengan Kasih dan Sayang-Mu Engkau khususkan 1 bulan penuh, agar aku bisa membersihkan diriku Berkali-kali aku berdusta Aku lebih mencintai harta Berkali-kali aku berdusta Aku sangat suka tahta Hanya ada secuil iman Yang kuharap banyaknya pujian Ku puja-puja jabatan Ku agungkan semua kenikmatan Namun, Engkau masih menungguku kembali Ya Allah, Ya Rabbi... Ramadan tahun ini sungguh berbeda Engkau selipkan Makhluk 'Gaib' Corona Dan Seluruh dunia hujan air mata Dan semua manusia tidak berdaya Ya Allah, terimalah aku kembali Pulang menuju-Mu lagi -Pilar Teduh-

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi Nawal lahir di sebuah desa kecil Kefr Tahlah Pinggiran sungai Nil, Mesir, Negeri Piramida. Usianya 88 tahun, tepatnya pada 27 Oktober 1931 sebelum Indonesia merdeka. Dia dijuluki Simone De Beauvoir Dunia Arab. Dia anak pertama dari 9 bersaudara. Ayah ibunya meninggal, ketika Nawal masih muda sehingga terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Simone De Beauvoir sendiri adalah tokoh feminisme modern dan pakar filsafat asal Perancis terkenal di abad ke-20. Namun, sudah wafat tahun 1986. Sehingga keidentikan itu disematkan kepada Nawal. Sementara Nawal sampai saat ini masih hidup dan aktif menyuarakan gagasannya tentang feminisme modern baik di medsos maupun stasiun televisi di Mesir atau dunia. Pada awalnya Nawal adalah seorang dokter lulusan terbaik di kampusnya melawan laki-laki, namun karena tertarik dengan kasus khitan bagi perempuan yang ia sebut praktik mutilasi alat kelamin perempuan secara ilegal, maka saat itu juga dia mulai men...