Karya: Jamal
Resah aku
terbius angin
Terbungkus
kulitku oleh racun mematikan
Meteor jatuh
menimpaku berkali-kali
Lubang hitam
menyerapku pergi menjauh
Barisan asteroid
di angkasa
Telah siap
menyerbu raga ini
Aku
sendirian, aku kesepian
Aku
ketakutan, aku gemetaran
Dan...
Engkau segera datang bersama bulan dan mentari
Selamatkan
aku yang sungguh papa
Tak ada lagi
yang aku miliki , Engkaulah yang paling berharga
Engkaulah
malaikat penjagaku
Bakatku,
puisiku, suaraku, kepandaianku, Wibawaku, orasiku, tendanganku
Semua jatuh
tidak ada artinya, sia-sia, tak bermakna
Di
depan Engkau, malaikat penjagaku
Engkau lebih
tahu diriku, Engkau yang paling mengenalku
Bahkan
diriku sendiri, aku tak mengerti
Hanya
engkaulah yang paling mengerti aku
Saat aku
kehausan, sebatang kara dalam kepiluan
Engkau cepat
lepaskan dahagaku, engkau ledakan tertawaku
Aku
kelaparan, aku banyak beban pikiran
Engkau
kenyangkan aku, engkau plongkan penat otakku
Curahan hati
ini adalah kejujuran
Tak ada
dusta yang dipaksakan
Wahai
malaikat penjagaku, aku mohon, jaga aku, lindungi aku,
Aku masih
mencintaimu, entah kenapa?
Kampus Sadra, 19 Agustus 2016. Pukul 11.46
Comments
Post a Comment