Skip to main content

Makna Kemerdekaan


Karya: Jamal
Aku sang politisi
Bagiku  kemerdekaan adalah ketika aku berkuasa
Aku menjadi kader partai politik
Aku merangkak naik dari bawah ke atas
Mencari jalan menuju puncak jabatan
Terkadang sikut kanan, sikut kiri
Terkadang suap sana, suap sini
Aku tak peduli, yang penting aku berkuasa

Aku pengusaha
Bagiku kemerdekaan adalah ketika aku kaya
Harta aku melimpah
Kendaraan aku mewah
Perusahaan di mana-mana
Pikiranku pragmatis, melihat segala sesuatu dengan keuntungan
Wanita cantik adalah uang
Laki-laki gagah adalah uang
Dengan uang, aku bisa berkuasa
Aku tak peduli, gaji karyawanku kecil
Aku tak peduli, masih banyak orang miskin
Yang penting aku sejahtera

Aku aktivis
Bagiku kemerdekaan adalah palsu, kemerdekaan itu semu
Tidak ada negara yang benar-benar merdeka
Tidak ada manusia yang benar-benar merdeka
Yang ada adalah revolusi
Karena revolusi tidak akan pernah mati
Gulingkan penguasa diktator
Gulingkan penguasa molor
Gulingkan kaum borjuis
Guulingkan kaum kapitalis
Mari kita berdemo. Turun ke jalan
Menuntut hak-hak kaum tertindas
Meskipun dengan jalan anarkis
Atau nyawa melayang dengan sadis
Aku tidak takut, karena jiwaku adalah jiwa Reformis

Aku seorang hakim
Bagiku kemerdekaan adalah ketika aku berhasil menegakkan keadilan
Menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran
Menghukum mereka yang bersalah, Bahkan yang benar
Meringankan mereka yang dihukum berat
Membebaskan mereka yang punya ajimat
Terkadang aku terima suap
Agar para bandit bisa selamat
Terkadang aku main api
Tinggalkan kode etik sebagai orang bijak
Aku tidak peduli
Yang penting profesiku tidak mati


Aku seorang polisi
Bagiku kemerdekaan adalah ketika aku berhasil menangkap pencuri
Ketika aku berhasil jalankan misi
Ketika aku berhasil golkan operasi
Tembak sana, tembak sini
Tilang sana, tilang sini
Lima puluh ribu, seratus ribu, dua ratus ribu
Kita bisa berdamai
Aku tak peduli, yang penting pendapatanku bertambah
Karena gajiku, tak cukup mengganti modalku
Untuk menjadi seorang polisi
Aman tidak aman bukan urusanku
Keamanan hanya milik mereka yang beruang

Aku seorang guru
Bagiku kemerdekaan adalah ketika aku sukses mengajar
Murid-muridku bisa menguasai pelajaran
Tak peduli apakah mereka bermoral
Tak peduli apakah mereka berakhlak
Karena aku mengajar, untuk uang
Untuk nafkah keluargaku
Bukan menyiapkan generasi bagi negaraku
Masa depan mereka bukan tanggungjawabku
Karena aku hanya guru honor, bukan guru negeri
Aku guru negeri, yang penting muridku lulus ujian
Tak peduli dengan jalan apa, aku bantu mereka mencontek
Aku jual, kunci jawaban demi gaji tambahan
Aku senang, banyak proyek tahunan

Aku seorang mahasiswa
Bagiku kemerdekaan adalah menangin lomba
Lomba makan krupuk, lomba balap karung
Lomba panjat pinang, cetak gol di laga futsal
Aku isi masa mudaku dengan sia-sia
Aku senang bermain gadget
Aku senang merokok, racuni tubuhku
Aku senang nongkrong, habiskan waktu
Aku senang pacaran, memaksakan jodoh di masa depan
Tak peduli posisi diriku
 Tak peduli aku ini siapa
Aku ikut organisasi hanya agar aku banyak teman
Aku ikut organisasi agar aku banyak gebetan
Tak peduli orang tua banting tulang
Tak peduli harapan kampung halaman
Yang penting hidupku senang,
Masa mudaku happy, fun, tak ada beban
Aku tak peduli orang bilang aku malas
Aku tetap tertidur pulas

Masih adakah kemerdekaan yang sejati
Masih ada, tapi dia tenggelam di telan bumi
Masih adakah kemerdekaan suci
Masih ada, tapi dia terusir oleh angan-angan diri

Makna kemerdekaan, cobalah tanya pada hati kecilmu

Asrama pondok Labu, 17 Agustus 2016. Pukul 22.55 WIB


Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ramadan Jalan Pulang

Ramadan, Kembali Pulang 11 bulan aku berjalan menjauh Debu dan kotoran memenuhi tubuh Ya Allah, Dengan Kasih dan Sayang-Mu Engkau khususkan 1 bulan penuh, agar aku bisa membersihkan diriku Berkali-kali aku berdusta Aku lebih mencintai harta Berkali-kali aku berdusta Aku sangat suka tahta Hanya ada secuil iman Yang kuharap banyaknya pujian Ku puja-puja jabatan Ku agungkan semua kenikmatan Namun, Engkau masih menungguku kembali Ya Allah, Ya Rabbi... Ramadan tahun ini sungguh berbeda Engkau selipkan Makhluk 'Gaib' Corona Dan Seluruh dunia hujan air mata Dan semua manusia tidak berdaya Ya Allah, terimalah aku kembali Pulang menuju-Mu lagi -Pilar Teduh-