Skip to main content

Kupu-Kupu Cantik

Oleh Jamal
wahai kupu-kupu cantik
elok rupamu sungguh menarik
tingkah manjamu menggelitik
sayap-sayapmu seakan berbisik
kemarilah kupu-kupu cantik
aku ingin mengenalmu lebih dekat
menjadikanmu sebagai sahabat
untuk menghiburku dikala penat
memikul bebanku yang kian berat
wahai kupu-kupu cantik
aku ingin bercerita
aku sedang jatuh cinta
terkena tajamnya panah asmara
kepada dia si cantik jelita
aku malu mengungkapkannya
aku takut menyapanya
gemetar aku sebut namanya
otak melayang memikirkannya
berikan aku cara
berikan aku keberanian
jangan biarkan aku gila
terpasung dalam kerinduan
kata orang...
cinta itu buta
cinta itu menyiksa
cinta itu sengsara
cinta itu duka lara
namun, ada yang bilang...
cinta itu indah
cinta itu anugerah
cinta itu gairah
cinta itu, semuanya lah,,,
aku pikir cinta luar biasa
banyak definisi tentang dia
dari yang suka hingga kontra
terus mengisi ramaikan dunia
cinta itu nafsu
bagi dia yang tertipu
cinta itu jahat
bagi dia penghianat
wahai kupu-kupu cantik
kemanakah aku berlabuh
aku sudah pergi jauh
tapi hati tak pernah luluh
hanya kali ini, aku terenyuh
beritahu aku siapa namanya
kabari aku keadaannya
kasih tau aku kesukannya
apakah aku kriterianya
siapakah dia?
siapakah dia?
aku ingin jadi kekasihnya
aku ingin menikahinya
sebutkanlah nama indahnya
rangkaian huruf satu kata
bidadari bulan purnama
menyebutkan lena nurlaela
aku bahagia, aku bahagia
ku ukir dia dalam dada
ku ingat dia dimanapun berada
aku melayang di angkasa
terbang, terbang mengudara
menembus batas masa 
menyelami wisata samudera
menikmati surga dunia
Jakarta, 2015


Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

Ikhlas Bersedekah Anak bertanya pada bapaknya.  Anak : Pak, kenapa sih kita dianjurkan sedekah?  Bapak: Biar kita belajar ikhlas nak.  Anak : Ikhlas itu apa sih pak? Bapak : Ikhlas itu seperti kamu buang air besar dan buang air kecil.  Anak : Maksudnya gimana Pak? Belum paham.  Bapak : Kalau kamu pengen buang air, kamu tahan apa kamu keluarkan nak? Anak : Ya pasti dikeluarkan dong Pak.  Bapak: Terus perasaan kamu gimana setelah buang air nak? Anak : Ya lega pak.  Bapak: Terus kamu rela kotoran kamu masuk toilet? Anak : Iya rela lah pak. Emang buat apa kotoran.  Bapak : Seperti itulah Ikhlas Nak. Kamu rela sepenuh hati seperti melepas kotoran itu. Dan kamu tidak mengharapkan sama sekali kotoran itu akan kembali menjadi milik kamu.  Anak : Oh begitu ya Pak.  Anak : Terus apa hubungannya Sedekah dan kotoran Pak? Bapak : sebagian harta kita itu tidak semuanya milik kita, Nak. Ada milik orang lain juga. Kalau punya orang kita ambil juga, nant...