Skip to main content

Di Kota dan Di desa

Oleh Jamal
Di desa...
Kicau burung menyambut pagiku
Sang Fajar tersenyum semangatiku
Dedaunan melambai padaku
butir embun, sejuk menyapaku
Di kota...
kicau burung juga menyambut pagiku
sayangnya, suara motor dan mobil saling beradu
Sang Fajar terlihat lesu
Daun-daun terkungkung layu
wahai desaku...
aku rindu keasrianmu
aku rindu rumput rindangmu
aku cinta keramahanmu
aku cinta elok rupamu
alam semesta begitu menyatu
hutan lindung, gunung, dan kebun-kebun sahabatmu 
kirimkan salam lewat langit yang membiru
rintik-rintik hujan berbisik malu kabarkan keadaanmu
apa kabar engkau di sana wahai kampungku?
masihkah dirimu mengenalku?
ingatlah! ingatlah kala kita bermain dulu?
jangan lupakan masa kecilku yang telah berlalu?
Kini aku di kota...
pohon-pohon lemas dan lunglai
pemandangan, sesak dan ramai
polusi udara tak mau berdamai
kemacetan kerapkali membantai
oh malangnya,.. malangnya nasib kotaku
engkau dewasa tapi sangat lugu
kau biarkan pabrik membunuhmu
kau acuhkan gedung-gedung menginjakmu
moral etika tak penting lagi
estetikalah penguasa panggungnya
salam sapa tak jadi tradisi
kesombongan dominannya
maafkan aku kampung desaku
terlalu cepat aku meninggalkanmu
terlalu lancang aku mengucilkanmu
aku menyesal, menyesal lihat kau dengan sebelah mataku
cambuklah aku wahai desaku
pukullah aku wahai kampungku
asap kotaku terlanjur cemariku
air yang keruh mualkan perut buncitku
kotaku tak ada kedamaian
kotaku penuh kejahatan
desaku adalah ketenangan
desaku sarat perenungan

desaku tetaplah begitu
kotaku lapangkan dadamu
desaku jagalah kekayaanmu
kotaku hati-hati dengan hartamu

Jakarta, 10/06/2015

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Ramadan Jalan Pulang

Ramadan, Kembali Pulang 11 bulan aku berjalan menjauh Debu dan kotoran memenuhi tubuh Ya Allah, Dengan Kasih dan Sayang-Mu Engkau khususkan 1 bulan penuh, agar aku bisa membersihkan diriku Berkali-kali aku berdusta Aku lebih mencintai harta Berkali-kali aku berdusta Aku sangat suka tahta Hanya ada secuil iman Yang kuharap banyaknya pujian Ku puja-puja jabatan Ku agungkan semua kenikmatan Namun, Engkau masih menungguku kembali Ya Allah, Ya Rabbi... Ramadan tahun ini sungguh berbeda Engkau selipkan Makhluk 'Gaib' Corona Dan Seluruh dunia hujan air mata Dan semua manusia tidak berdaya Ya Allah, terimalah aku kembali Pulang menuju-Mu lagi -Pilar Teduh-

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi Nawal lahir di sebuah desa kecil Kefr Tahlah Pinggiran sungai Nil, Mesir, Negeri Piramida. Usianya 88 tahun, tepatnya pada 27 Oktober 1931 sebelum Indonesia merdeka. Dia dijuluki Simone De Beauvoir Dunia Arab. Dia anak pertama dari 9 bersaudara. Ayah ibunya meninggal, ketika Nawal masih muda sehingga terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Simone De Beauvoir sendiri adalah tokoh feminisme modern dan pakar filsafat asal Perancis terkenal di abad ke-20. Namun, sudah wafat tahun 1986. Sehingga keidentikan itu disematkan kepada Nawal. Sementara Nawal sampai saat ini masih hidup dan aktif menyuarakan gagasannya tentang feminisme modern baik di medsos maupun stasiun televisi di Mesir atau dunia. Pada awalnya Nawal adalah seorang dokter lulusan terbaik di kampusnya melawan laki-laki, namun karena tertarik dengan kasus khitan bagi perempuan yang ia sebut praktik mutilasi alat kelamin perempuan secara ilegal, maka saat itu juga dia mulai men...