Skip to main content

Di ambang Keraguan

Oleh Jamal
Aku kebingungan di tengah jalan
Termangu dalam kegalauan
Ragu dan ketakutan
Di bangku perkuliahan
Aku menghawatirkan masa depanku
Namun menyesali masa laluku
Sedang aku lalai akan masa kiniku
Aku hanya bisa melamun sendu
Pikiranku melayang ke angkasa
Mencoba memandang bumi dari langit sana
Mungkin kutemukan tempat yang cocok buat pemuda
Pemuda sepertiku yang gila
Yang masih gila dengan harta
Yang cita-citanya hanya ingin kaya
Menimbun emas sebanyak-banyaknya
Sampai usiaku menua
Oh, betapa fananya hasratku
Betapa liarnya egoku
Betapa tak cerdasnya hawa nafsuku
Kubiarkan saja mereka berkelana berburu
Aku menyusuri lorong gelap tak tau tujuan
Aku mengais-ngais tanah yang mengeras menjadi bebatuan
Mencari-cari sedikit celah cahaya penerangan
Agar membebaskanku dari segala jeratan
Bau amis dalam goa itu hampir buatku mati
Tak ada oksigen yang bisa kuhirup lagi
Aku terjebak dalam lembah yang dalam tak bertepi
Jauh di sana sampai ke alam mimpi
Khayalku menjadi angan-angan panjang
Ku takut jatuh dalam kesia-siaan
Aku ingin akhiri semuanya dalam kehampaan
Karena aku tak mampu menemukan itu kesadaran
Tuhan, berliku-liku roda kehidupan
Banyak rahasia-rahasia yang tak mampu aku singkapkan
Banyak keluhan, cacian, hinaan yang tak pantas dilontarkan
Karena aku tak tahu apa, dibalik kejadian
Aku tak tahu hikmahnya
Aku tak tahu filosofinya
Aku tak tahu maksudnya
Aku tak tahu, aku tak tahu apa-apa
Ingin aku menangis menjerit sekeras yang aku mampu
Tapi, situasi dan kondisi tak mendukungku
Aku ingin bilang, aku dungu atau kalian yang dungu?
Yang pasti akulah yang dungu
tertawa terbahak-bahak di atas bencana yang mengoyak-ngoyak
Bersenang-senang di atas tangisan malang
Bergembira, berfoya-foya di atas banyak orang yang merana
Mengenyangkan perut di atas orang-orang yang kelaparan dan haknya tercabut
Aku tak peka, kita tak peka
Bahwa di luar sana menderita
Aku tak peka, kita tak peka
Bahwa di luar sana berduka
Aku ragu akan diriku
Apalah artinya diriku
Siapakah aku?
Untuk apa aku?

Aku tak kenal sosok tubuh ini
Aku tak kenal jiwa yang bersemayam ini
Aku tak paham jalan pikiranku ini
Pergulatan hebat menemukan jati diri
Jakarta, 25/06/2015

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Ramadan Jalan Pulang

Ramadan, Kembali Pulang 11 bulan aku berjalan menjauh Debu dan kotoran memenuhi tubuh Ya Allah, Dengan Kasih dan Sayang-Mu Engkau khususkan 1 bulan penuh, agar aku bisa membersihkan diriku Berkali-kali aku berdusta Aku lebih mencintai harta Berkali-kali aku berdusta Aku sangat suka tahta Hanya ada secuil iman Yang kuharap banyaknya pujian Ku puja-puja jabatan Ku agungkan semua kenikmatan Namun, Engkau masih menungguku kembali Ya Allah, Ya Rabbi... Ramadan tahun ini sungguh berbeda Engkau selipkan Makhluk 'Gaib' Corona Dan Seluruh dunia hujan air mata Dan semua manusia tidak berdaya Ya Allah, terimalah aku kembali Pulang menuju-Mu lagi -Pilar Teduh-

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi Nawal lahir di sebuah desa kecil Kefr Tahlah Pinggiran sungai Nil, Mesir, Negeri Piramida. Usianya 88 tahun, tepatnya pada 27 Oktober 1931 sebelum Indonesia merdeka. Dia dijuluki Simone De Beauvoir Dunia Arab. Dia anak pertama dari 9 bersaudara. Ayah ibunya meninggal, ketika Nawal masih muda sehingga terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Simone De Beauvoir sendiri adalah tokoh feminisme modern dan pakar filsafat asal Perancis terkenal di abad ke-20. Namun, sudah wafat tahun 1986. Sehingga keidentikan itu disematkan kepada Nawal. Sementara Nawal sampai saat ini masih hidup dan aktif menyuarakan gagasannya tentang feminisme modern baik di medsos maupun stasiun televisi di Mesir atau dunia. Pada awalnya Nawal adalah seorang dokter lulusan terbaik di kampusnya melawan laki-laki, namun karena tertarik dengan kasus khitan bagi perempuan yang ia sebut praktik mutilasi alat kelamin perempuan secara ilegal, maka saat itu juga dia mulai men...