Skip to main content

Dalam Kereta

Oleh Jamal
Ku menunggu dalam kereta
Dari pasar minggu ke jakarta kota
Untuk bertemu gadis jelita
Pujaan hati yang tercinta
Duhai kekasih hati
Tunggu aku di sana
Sabarlah engkau menanti
Sebentar lagi aku kan tiba
Satu minggu tak bertemu
Hati ini merindukanmu
gelisah ku rasa dalam kalbu
Ingin cepat melihat senyummu
Rangkaian kereta terus melaju
Melintasi kota membawa penumpang
Aku berdiri, diam membisu
Menatap wajah semua orang
Satu persatu aku perhatikan
Ada yang sangat kelelahan
Ada yang sampai ketiduran
Ada yang asyik dalam obrolan
Ada yang sibuk smsan
Ada yang santai santap makanan
Ada yang tertawa kegirangan
Ada yang murung menyedihkan
Sedangkan aku,
Aku, masih dalam kerinduan
Menjemput gadis dari desa
Ia membawa sebuah pesan
Dari ibuku, sang permata
Lama sekali rasanya
Kapan kereta ini kan tiba
Stasiun demi stasiun di lalui
Namun tak kunjung di akhiri
Ku lihat bangku kosong
Langsung saja aku isi
Aku duduk dan terbengong
Memikirkan pujaan hati
Memang cinta ini luar biasa
Energinya tak ada habisnya
Dorongannya begitu kuat
Membulatkan setiap niat
Ah, akhirnya tiba juga
Ku biarkan ibu paruh paya
Duduk di bangku bekasku
Nampaknya ia bahagia, begitupun denganku

Inilah penantian dalam kereta
Perjalanan cerita cinta
Terima kasih Yang Maha Cinta
Cinta-Mu indah sungguh berharga
Jakarta, 24/06/2015

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Ramadan Jalan Pulang

Ramadan, Kembali Pulang 11 bulan aku berjalan menjauh Debu dan kotoran memenuhi tubuh Ya Allah, Dengan Kasih dan Sayang-Mu Engkau khususkan 1 bulan penuh, agar aku bisa membersihkan diriku Berkali-kali aku berdusta Aku lebih mencintai harta Berkali-kali aku berdusta Aku sangat suka tahta Hanya ada secuil iman Yang kuharap banyaknya pujian Ku puja-puja jabatan Ku agungkan semua kenikmatan Namun, Engkau masih menungguku kembali Ya Allah, Ya Rabbi... Ramadan tahun ini sungguh berbeda Engkau selipkan Makhluk 'Gaib' Corona Dan Seluruh dunia hujan air mata Dan semua manusia tidak berdaya Ya Allah, terimalah aku kembali Pulang menuju-Mu lagi -Pilar Teduh-

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi Nawal lahir di sebuah desa kecil Kefr Tahlah Pinggiran sungai Nil, Mesir, Negeri Piramida. Usianya 88 tahun, tepatnya pada 27 Oktober 1931 sebelum Indonesia merdeka. Dia dijuluki Simone De Beauvoir Dunia Arab. Dia anak pertama dari 9 bersaudara. Ayah ibunya meninggal, ketika Nawal masih muda sehingga terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Simone De Beauvoir sendiri adalah tokoh feminisme modern dan pakar filsafat asal Perancis terkenal di abad ke-20. Namun, sudah wafat tahun 1986. Sehingga keidentikan itu disematkan kepada Nawal. Sementara Nawal sampai saat ini masih hidup dan aktif menyuarakan gagasannya tentang feminisme modern baik di medsos maupun stasiun televisi di Mesir atau dunia. Pada awalnya Nawal adalah seorang dokter lulusan terbaik di kampusnya melawan laki-laki, namun karena tertarik dengan kasus khitan bagi perempuan yang ia sebut praktik mutilasi alat kelamin perempuan secara ilegal, maka saat itu juga dia mulai men...