Skip to main content

Cintaku


Karya; Jamal

Aku melihat ketulusan pada seorang anak-anak
Kepolosan itu kadang buat aku terkapar
Bahwa dia tidak pernah berbohong
Bahwa dia tidak pernah berdusta
Kejujuran anak-anak tak hianati siapapun
Siapapun yang ingin memeluk dan menciumnya
Gemasnya, lucunya, tak ada kemunafikan
Aku dan cintaku
Aku harapkan seperti anak-anak
Tak ada muslihat, Tak ada persembunyian
Tak ada yang ditutupi, Tak ada perselingkuhan
Rasa ibaku menuai haru biru
Cintaku hilang, hiilang entah kemana
Mungkin aku harus banyak belajar pada anak-anak
Belajar untuk mencari perhatian
Agar aku bisa memberikan perhatian
Belajar bermanja-manja
Agar aku bisa memanjakan orang
Oh, cintaku.... cintaku....
Bangunlah, bukalah pintu hatimu
Lihatlah kebun permai itu
Mereka telah menyambut engkau dengan sukacita
Petiklah bunga terindah untukmu
Reguklah buah segar untuk lepaskan dahagamu
Cintaku...cintaku....
Bukan iming-iming yang aku berikan
Semua itu nyata, merengeklah seperti anak-anak
Menangislah sekencang-kencangnya
Aku tak akan berikan, bila itu buat engkau sakit
Tapi, bila kau sakit, aku paksa engkau minum obat
Meskipun itu pahit, kau meronta-ronta
Engkau menolak sekeras apapun. Aku berikan, Agar engkau lekas sembuh
Setelah itu aku pergi, pergi dengan kesembuhan lukamu
Aku tinggalkan engkau dengan semua kerinduanku
Aku tinggalkan engkau dengan segenap rasa terdalamku
Rasa yang begitu suci, alami, damai
Tanpa pamrih, Itu menyejukkan
Seakan engkau mendengar seruling indah
Di tengah sawah dengan sepoy angin pelan
Hingga engkau tertidur di saung bambu itu, dan aku terjaga di sampingmu
Ketika engkau bangun kembali,
Aku bawakan engkau air kelapa dan susu, Serta madu yang paling nikmat
Agar engkau tersenyum saja, aku sudah senang
Aku masih sangat mencintaimu, entah kenapa?


            Al-ma’muriyah pondok labu, 24 agustus 2016. 23.33 WIB

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

Ikhlas Bersedekah Anak bertanya pada bapaknya.  Anak : Pak, kenapa sih kita dianjurkan sedekah?  Bapak: Biar kita belajar ikhlas nak.  Anak : Ikhlas itu apa sih pak? Bapak : Ikhlas itu seperti kamu buang air besar dan buang air kecil.  Anak : Maksudnya gimana Pak? Belum paham.  Bapak : Kalau kamu pengen buang air, kamu tahan apa kamu keluarkan nak? Anak : Ya pasti dikeluarkan dong Pak.  Bapak: Terus perasaan kamu gimana setelah buang air nak? Anak : Ya lega pak.  Bapak: Terus kamu rela kotoran kamu masuk toilet? Anak : Iya rela lah pak. Emang buat apa kotoran.  Bapak : Seperti itulah Ikhlas Nak. Kamu rela sepenuh hati seperti melepas kotoran itu. Dan kamu tidak mengharapkan sama sekali kotoran itu akan kembali menjadi milik kamu.  Anak : Oh begitu ya Pak.  Anak : Terus apa hubungannya Sedekah dan kotoran Pak? Bapak : sebagian harta kita itu tidak semuanya milik kita, Nak. Ada milik orang lain juga. Kalau punya orang kita ambil juga, nant...