Oleh Jamal
semakin
kupendam rasa rindu ini
semakin
menusuk ke jantung hati
pikiran
melayang terbayang melambung tinggi
Entahlah,
begitu kuat keinginan untuk berjumpa
Sekedar
melepas rindu yang kian menyiksa
Jiwaku
berkecamuk
Hati
kecilku berkata “Aku sangat merindukanmu”
Namun
Logika berkata “Lupakan dia, ada yang lebih membutuhkanmu”
Akhirnya,
aku berusaha mengubur dalam-dalam ingatanku
Sesekali
aku tersenyum mengenangnya
Menjadikan
dia sebagai penyegar dikala lelahku
Senyumannya
bukanlah senyuman materi
Ada
sesuatu yang sangat bermakna
Kata-katanya
sangat menyentuh
Suci
dan lembut
Saat
ini, aku masih berusaha melupakan dia
Apalah
daya, memori otakku merekamnya dengan kuat
Seperti
akar pohon tua yang menghujam dalam ke dasar tanah
Aku
tidak yakin bisa melupan dia
Aku
pesimis
Saat
ini, aku hanya merasa ingin mendengar suaranya
Melihat
wajahnya, melihat dia berjalan dan tersenyum
Namun,
aku tak berhasrat untuk bercengkrama
Ada
satu hal yang membuatku malu
Kejujuran
hati yang aku ungkapkan dulu, telah membuatnya kecewa
Hasratku
hanya ingin bertemu sejenak
Sekilas
untuk melepaskan dahaga rinduku
Setelah
itu, pergilah engkau jauh-jauh
Jakarta, 21/06/2015
Comments
Post a Comment