Skip to main content

Bulanan

Oleh Jamal

apa itu keresahan?
apakah ketika tak ada uang?
atau tak bisa makan?
atau tak bisa liburan pulang?
mereka saling bertanya-tanya
menuntut hak-haknya
hidup dalam kebingungan
menunggu sebuah kepastian
sebagian merasa bosan
sebagian merasa aman
sebagian menyesalkan
sebagian dalam ketentraman
suara mereka seperti angin
hanya hembusan yang berlalu
tak disambut dengan kepala dingin
anjing menggongong kafilah berlalu
aspirasinya tumpah ruah
tak tertampung dalam wadah
hanya isu yang merambah
hanya bisa membuat lelah
aku hanya pendengar
pandangi api kian berkobar
nampaknya mereka mulai liar
tapi berusaha untuk tegar
ada kekesalan
ada kemarahan
ada kekecewaan
terpusat dalam pengharapan
yah, sudah sering mereka berharap
tapi katanya, harapan palsu
entah siapa yang harus siap
dijadikan, tempat mengadu
mereka benci kesimpangsiuran
mereka bosan dengan ketidakpastian
mereka jengah dengan kabar burung
mereka jenuh dengan isi lumbung
mungkin ada pemberontakan
dari sebuah penghianatan
antara kontrak tanda tangan
dengan apa itu kebijakan?
tawa mereka adalah sama
tangis mereka adalah sama
keluh kesah mereka sama
lalu siapa yang berbeda?
ada satu pembicaraan
itu tentang masa depan
muncul itu kekhawatiran
buat apa perkuliahan?
tujuannya kemana?
mau kerja apa?
mau jadi apa?
sekarang bagaimana?

puisi ini hanyalah puisi
bisikan dari hati
ungkapkan yang kualami
mengalir terus menari

Jakarta, 19/06/2015

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Ramadan Jalan Pulang

Ramadan, Kembali Pulang 11 bulan aku berjalan menjauh Debu dan kotoran memenuhi tubuh Ya Allah, Dengan Kasih dan Sayang-Mu Engkau khususkan 1 bulan penuh, agar aku bisa membersihkan diriku Berkali-kali aku berdusta Aku lebih mencintai harta Berkali-kali aku berdusta Aku sangat suka tahta Hanya ada secuil iman Yang kuharap banyaknya pujian Ku puja-puja jabatan Ku agungkan semua kenikmatan Namun, Engkau masih menungguku kembali Ya Allah, Ya Rabbi... Ramadan tahun ini sungguh berbeda Engkau selipkan Makhluk 'Gaib' Corona Dan Seluruh dunia hujan air mata Dan semua manusia tidak berdaya Ya Allah, terimalah aku kembali Pulang menuju-Mu lagi -Pilar Teduh-

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi Nawal lahir di sebuah desa kecil Kefr Tahlah Pinggiran sungai Nil, Mesir, Negeri Piramida. Usianya 88 tahun, tepatnya pada 27 Oktober 1931 sebelum Indonesia merdeka. Dia dijuluki Simone De Beauvoir Dunia Arab. Dia anak pertama dari 9 bersaudara. Ayah ibunya meninggal, ketika Nawal masih muda sehingga terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Simone De Beauvoir sendiri adalah tokoh feminisme modern dan pakar filsafat asal Perancis terkenal di abad ke-20. Namun, sudah wafat tahun 1986. Sehingga keidentikan itu disematkan kepada Nawal. Sementara Nawal sampai saat ini masih hidup dan aktif menyuarakan gagasannya tentang feminisme modern baik di medsos maupun stasiun televisi di Mesir atau dunia. Pada awalnya Nawal adalah seorang dokter lulusan terbaik di kampusnya melawan laki-laki, namun karena tertarik dengan kasus khitan bagi perempuan yang ia sebut praktik mutilasi alat kelamin perempuan secara ilegal, maka saat itu juga dia mulai men...