Oleh Jamal
Jejak kaki yang ku lihat
nampak jelas di pelupuk mata
tekad ini telah membulat
menyatu hebat dengan asa
nampak jelas di pelupuk mata
tekad ini telah membulat
menyatu hebat dengan asa
Gelora jiwaku terus berhasrat
ingin tunaikan bingkisan niat
dua tanganku mengepal kuat
siap taklukan, sang penghambat
ingin tunaikan bingkisan niat
dua tanganku mengepal kuat
siap taklukan, sang penghambat
Aku masih bermain dengan ambisiku
menikmati detik-detik waktu
iramanya semakin menggebu
berikan isyarat, berbisik, mengajakku
menikmati detik-detik waktu
iramanya semakin menggebu
berikan isyarat, berbisik, mengajakku
ia berputar-putar di otakku
memberi tanda pada darahku
meresap hingga ke tulangku
merah putih telah menyatu
memberi tanda pada darahku
meresap hingga ke tulangku
merah putih telah menyatu
lalu bagaimana wahai pemuda
lalu bagaimana wahai pemudi
masihkah anda punya cita-cita
masihkah anda punya ambisi
lalu bagaimana wahai pemudi
masihkah anda punya cita-cita
masihkah anda punya ambisi
Lihatlah simbol merah putih itu
mampu menggugah singa-singa bangsa
seperti itulah semangat satu
pikiran, lisan, tindakan itu satu nada
mampu menggugah singa-singa bangsa
seperti itulah semangat satu
pikiran, lisan, tindakan itu satu nada
apalah hidup tanpa ambisi
hanya sesaat sekedar menepi
lalu tiba-tiba, kita kan mati
tanpa sesuatu yang berarti
hanya sesaat sekedar menepi
lalu tiba-tiba, kita kan mati
tanpa sesuatu yang berarti
apalah hidup tanpa ambisi
sedangkan tuhan, berikan segenap potensi
percuma saja berdiam diri
berpangku tangan meratapi
sedangkan tuhan, berikan segenap potensi
percuma saja berdiam diri
berpangku tangan meratapi
Bangunkan itu ambisi
Bangunkan itu kemudi
Bentangkan layar hidupmu
capailah itu tujuanmu
Bangunkan itu kemudi
Bentangkan layar hidupmu
capailah itu tujuanmu
Comments
Post a Comment