uwais al qarni
Pemuda tampan dari Yaman
tidak doyan dengan pujian
sangat sopan, rela berkorban
penuh dengan pertolongan
Pemuda tampan dari Yaman
tidak doyan dengan pujian
sangat sopan, rela berkorban
penuh dengan pertolongan
dia adalah teladan abadi
cinta bunda dan cinta nabi
melebihi cintanya pada diri sendiri
tulus, murni, dan suci
sang ibu yang lumpuh
sang ibu yang buta
hatinya di buat luluh
karena bakti dari anaknya
Ia senang menyendiri
berkhalwat dengan Illahi
sampaikan salam pada Nabi
menyimpan kerinduan yang makin tinggi
ketika ia terkena kusta
lalu berkata dalam doanya
sembuhkan aku Yaa Syifa
tapi sisakan sedikit saja
jangan sembuhkan semuanya
apa maksudnya?
sangat berbeda dengan kita
oh ternyata, oh rupanya
agar dia ingat, nikmat dari Tuhannya
Ia ingin pandai bersyukur
di tengah umat yang makin kufur
Ia hamba yang sangat taat
tak lupa ibadah setiap saat
lalu,
rindunya pada Nabi
tak tertahan lagi
Ia ingin berjumpa
dengan kekasih tercinta
sudah lama
terlalu lama
Ia menahan api rindunya
Ia simpan cahaya cintanya
Ia izin pada bundanya
untuk bertemu Nabinya
sang bunda mengizinkannya
dengan syarat tak lama-lama
uwais berangkat dengan keledainya
berbekal apa adanya
minuman secukupnya
padang pasir membakar kakinya
panas membara diterpa sang surya
haus mencekik melandanya
sang keledai mati, menderita
uwais teruskan perjalanan
demi obati kerinduan
tapi ia sudah tak tahan
hingga pingsan di tengah jalan
seseorang membawanya
dengn kereta berkuda
sampailah ia di madinah
namun sayang, sang nabi sedang berdakwah
Hatinya sedih
Hatinya perih
tak bisa berjumpa
tak bisa bercengkrama
Ia sudah berjalan panjang
500 km di tempuhnya
sungguh ia adalah pejuang
orang mulia di sisi nabinya
meskipun rindunya luar biasa
tapi ia ingat pesan bundanya
karena bundanya sebatangkara
hanya uwaislah yang mengurusnya
dengan terpaksa ia pulang
menemui bunda tersayang
menelan pahitnya kerinduan
merelakan indahnya pertemuan
Tapi sang nabi mengenalnya
Ia tahu dari Tuhannya
lalu sang nabi memujinya
Langit akan menyambutnya
Ia memang, tak terkenal di bumi
namun masyhur dilangit tinggi
banyak orang tak mengenali
tapi malaikat banyak yang memuji
oh, uwais al qarni....
cintamu sungguh suci
kepada bunda dan sang Nabi
lebih lagi pada Illahi
cinta bunda dan cinta nabi
melebihi cintanya pada diri sendiri
tulus, murni, dan suci
sang ibu yang lumpuh
sang ibu yang buta
hatinya di buat luluh
karena bakti dari anaknya
Ia senang menyendiri
berkhalwat dengan Illahi
sampaikan salam pada Nabi
menyimpan kerinduan yang makin tinggi
ketika ia terkena kusta
lalu berkata dalam doanya
sembuhkan aku Yaa Syifa
tapi sisakan sedikit saja
jangan sembuhkan semuanya
apa maksudnya?
sangat berbeda dengan kita
oh ternyata, oh rupanya
agar dia ingat, nikmat dari Tuhannya
Ia ingin pandai bersyukur
di tengah umat yang makin kufur
Ia hamba yang sangat taat
tak lupa ibadah setiap saat
lalu,
rindunya pada Nabi
tak tertahan lagi
Ia ingin berjumpa
dengan kekasih tercinta
sudah lama
terlalu lama
Ia menahan api rindunya
Ia simpan cahaya cintanya
Ia izin pada bundanya
untuk bertemu Nabinya
sang bunda mengizinkannya
dengan syarat tak lama-lama
uwais berangkat dengan keledainya
berbekal apa adanya
minuman secukupnya
padang pasir membakar kakinya
panas membara diterpa sang surya
haus mencekik melandanya
sang keledai mati, menderita
uwais teruskan perjalanan
demi obati kerinduan
tapi ia sudah tak tahan
hingga pingsan di tengah jalan
seseorang membawanya
dengn kereta berkuda
sampailah ia di madinah
namun sayang, sang nabi sedang berdakwah
Hatinya sedih
Hatinya perih
tak bisa berjumpa
tak bisa bercengkrama
Ia sudah berjalan panjang
500 km di tempuhnya
sungguh ia adalah pejuang
orang mulia di sisi nabinya
meskipun rindunya luar biasa
tapi ia ingat pesan bundanya
karena bundanya sebatangkara
hanya uwaislah yang mengurusnya
dengan terpaksa ia pulang
menemui bunda tersayang
menelan pahitnya kerinduan
merelakan indahnya pertemuan
Tapi sang nabi mengenalnya
Ia tahu dari Tuhannya
lalu sang nabi memujinya
Langit akan menyambutnya
Ia memang, tak terkenal di bumi
namun masyhur dilangit tinggi
banyak orang tak mengenali
tapi malaikat banyak yang memuji
oh, uwais al qarni....
cintamu sungguh suci
kepada bunda dan sang Nabi
lebih lagi pada Illahi
Comments
Post a Comment