Pagi
melukiskan pagi di kain kanvas
pudarkan embun, sang penghias
kala cahaya pagi nampak membias
aku, berusaha menghirup udara bebas
Tepian jalan berhias bunga
daun hijau mainkan biola
pepohonan, rindang berirama
oleh hembusan angin surga
shubuh, itulah tanda si pagi
tapi mereka seakan mati
tak peduli, tak mengerti
apa itu cahaya illahi
dia, mereka, aku terlena
beratnya buaian mata
beratnya nafsu tabiat singa
tidur terlelap tanpa dosa
aku menyesal waktuku hilang
karena pagiku telah telantarkan
aku mati hingga datang siang
padahal itu awal kehidupan
aku harus berburu
berburu waktu pagiku
agar aku tak malu
pada Dia, Dia Tuhanku
memang,.... memang,....
setiap hari ada pagi
tapi nyawaku, itu tak pasti
aku tak yakin hidup kembali
aku ingin warnai dia si pagi
Comments
Post a Comment