INSYIQAQ-
Kupejamkan mataku sejenak
Menghirup nafas yang mulai sesak
kulihat sayap tengah mengepak
Hmmmm,,, Aku terbelalak
Menghirup nafas yang mulai sesak
kulihat sayap tengah mengepak
Hmmmm,,, Aku terbelalak
Kubayangkan langit terbelah
Mematuhi tuhannya yang kuasa
Bumi rata laksana tanah
Tertunduk penuh pada Yang Esa
Mematuhi tuhannya yang kuasa
Bumi rata laksana tanah
Tertunduk penuh pada Yang Esa
Aku terpaut pada buaian
Hingga lupa pada tujuan
Lupakan sebuah pengabdian
Hanya berdiri tak berjalan
Hingga lupa pada tujuan
Lupakan sebuah pengabdian
Hanya berdiri tak berjalan
Tujuannya adalah Dia
Menuju keharibaan-Nya
Dunia menuju kematian
Kuburan lalu kebangkitan
Menuju keharibaan-Nya
Dunia menuju kematian
Kuburan lalu kebangkitan
Akan menanti sebuah catatan
Sebagai saksi drama kehidupan
Tangan kiri ataukah kanan
Panasnya api atau sejuknya hujan
Sebagai saksi drama kehidupan
Tangan kiri ataukah kanan
Panasnya api atau sejuknya hujan
Titik terangnya adalah disana
antara surga dan neraka
antara kekal dan binasa
antara pesuluk dan pendurhaka
antara surga dan neraka
antara kekal dan binasa
antara pesuluk dan pendurhaka
Demi cahaya merah dikala senja
gelapnya malam lalu bintangnya
Demi bulan ketika purnama
serta Qur'an sang Mahadewa
gelapnya malam lalu bintangnya
Demi bulan ketika purnama
serta Qur'an sang Mahadewa
mengapa mereka enggan bersujud
menjadi kafir seperti namrud
Padahal Dia Yang Merajai
padahal Dia Tuhan Terpuji
menjadi kafir seperti namrud
Padahal Dia Yang Merajai
padahal Dia Tuhan Terpuji
Menyesallah wahai para pendurhaka
hidupmu diambang duka
Gembiralah wahai hamba-hamba
pancaran cahaya akan menerpa
hidupmu diambang duka
Gembiralah wahai hamba-hamba
pancaran cahaya akan menerpa
Comments
Post a Comment