Skip to main content

ibu



Ibu
butiran embun pagi yang sejuk itu
tak sesejuk kasih sayangmu
mentari pagi yang hangat itu
tak sehangat pelukanmu
ada rindu yang tak tertahan
dalam, semakin dalam
tak mampu ku ungkapkan
ada keengganan yang menghujam
ada rasa malu untuk bicara
katakan rindu kepadanya
mungkin ego diri membelenggu
atau keangkuhan dari anakmu
ingin sekali aku katakan
aku sangat mencintaimu
hingga sekarang masih tersimpan
hanya sempat, mencium kakimu
ya, saat itu ku basuh kakimu
aku beranikan diri
bercucuran air mataku
seperti terlahir kembali
aku menangis
ibuku juga menangis
setelah itu dia tertawa
entah terharu atau bahagia
terlarut dalam suasana suci
tepatnya di idul fitri
maafku sampai telapak kaki
tempat di mana surga menanti
saat itu aku berdoa
semoga ibuku tunaikan hajatnya
pergi haji menuju mekkah
dengan rizki yang barokah
aku mohonkan pengampunan
atas dosaku dan dosanya
semoga dia dalam lindungan
Dari Tuhan Yang Maha Rahman
Ibu
Itu simbol ketenangan
Itu simbol kedamaian
itu rasa kesejukan
itu rasa kehangatan
Ibu
ada hal yang ku rindukan
ketika kau bercerita masa kecilku
betapa penuh dengan tangisan
menghadapi kenakalanku
aku ingat saat kau menyisir rambutku
menyiapkan pakaian Sekolah Dasarku
kau pakaikan topi di kepalaku
ikatkan sepatu di kedua kakiku
tubuhku masih mungil
rentan serta rapuh
kau dekap aku saat menggigil
bangunkan aku saat terjatuh
aku sadar, harapanmu begitu besar
kepadaku, generasimu
kepadaku, keturunanmu
Dari itu, kau menyertaiku
Ibu
aku tak sanggup membalasmu
terlalu banyak jasa-jasamu
terlalu besar pengorbananmu
terlalu luas ruang cintamu
Ibu
kasih sayang tanpa batas
cinta kasih takkan putus
terus mengalir tak pernah puas
terus bergulir dengan tulus

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Ramadan Jalan Pulang

Ramadan, Kembali Pulang 11 bulan aku berjalan menjauh Debu dan kotoran memenuhi tubuh Ya Allah, Dengan Kasih dan Sayang-Mu Engkau khususkan 1 bulan penuh, agar aku bisa membersihkan diriku Berkali-kali aku berdusta Aku lebih mencintai harta Berkali-kali aku berdusta Aku sangat suka tahta Hanya ada secuil iman Yang kuharap banyaknya pujian Ku puja-puja jabatan Ku agungkan semua kenikmatan Namun, Engkau masih menungguku kembali Ya Allah, Ya Rabbi... Ramadan tahun ini sungguh berbeda Engkau selipkan Makhluk 'Gaib' Corona Dan Seluruh dunia hujan air mata Dan semua manusia tidak berdaya Ya Allah, terimalah aku kembali Pulang menuju-Mu lagi -Pilar Teduh-

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi Nawal lahir di sebuah desa kecil Kefr Tahlah Pinggiran sungai Nil, Mesir, Negeri Piramida. Usianya 88 tahun, tepatnya pada 27 Oktober 1931 sebelum Indonesia merdeka. Dia dijuluki Simone De Beauvoir Dunia Arab. Dia anak pertama dari 9 bersaudara. Ayah ibunya meninggal, ketika Nawal masih muda sehingga terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Simone De Beauvoir sendiri adalah tokoh feminisme modern dan pakar filsafat asal Perancis terkenal di abad ke-20. Namun, sudah wafat tahun 1986. Sehingga keidentikan itu disematkan kepada Nawal. Sementara Nawal sampai saat ini masih hidup dan aktif menyuarakan gagasannya tentang feminisme modern baik di medsos maupun stasiun televisi di Mesir atau dunia. Pada awalnya Nawal adalah seorang dokter lulusan terbaik di kampusnya melawan laki-laki, namun karena tertarik dengan kasus khitan bagi perempuan yang ia sebut praktik mutilasi alat kelamin perempuan secara ilegal, maka saat itu juga dia mulai men...